Kejanggalan dalam Kasus LP Cebongan


Beberapa saat yang lalu, setelah pulang dari pertemuan rutin bersama para eyang AKABRI 70. Tepatnya di sana ada para superman, antara lain Pak Mardiyanto, Gubernur Jawa Tengah dan Mendagri terdahulu, Pak Suadi Atma, salah satu Direktur di Trubajaya engineering, Pak Subagyo H.S lurah Paguyuban AKABRI 70, dan masih banyak superman yang lain yang ga bisa disebutin satu-satu.

Ceritanya saya menumpang mobilnya Pak Atma sampai ke Adi Suthipto. Ada satu ajudan yang mengantar kami. Ajudan tersebut bernama mas Guruh. Piyayinya sopan dan halus banget. Keren lah pokoknya tutur katanya. Nah, mas Guruh inilah yang mengantar jemput kami selama kami berada di Magelang.

Pertemuan yang kami ikuti dilaksanakan di aula SMA N 1 Magelang, tepat pukul 09.30 acaranya selesai. Disiplin dan tepat waktu. Mobil yang membawa saya dan Pak Atma beranjak dari parkiran SMA N 1 Magelang menuju parkiran Borobudur Golf di lembah tidar Akmil. Sebelum kami menuju Yogja, kami mampir dulu sebentar ke Lapangan Golf untuk sekedar say gudbye dengan Pak Mardiyanto dan para superman yang lain, superman AKABRI 70. Di sana saya tidak menyia-nyiakan waktu, kami ngobrol ringan seputar otonomi daerah, pemekaran wilayah, dan kebijakan politik yang dulu dan saat ini telah diambil oleh Kemendagri. Karena rencana awalnya hanya mau say gudbye aja, maka kami pun tidak berlama-lama di lapangan Golf, udah say gudbye, kami langsung bergegas menuju Adi Sujtipto.

Sepanjang perjalanan kami melakukan obrolan ringan seputar berita-berita yang sedang hangat, opini dari Pak Atma dan opini saya pribadi, kami bertukar pikiran dan sharing informasi dalam perjalanan yang lumyan singkat itu. Banyak pelajaran baru yang saya ambil dari ngendikane Pak Atma. Salah satu topik yang kami bicarakan saat itu adalah tentang penyerangan lapas Cebongan, yang berlokasi di Sleman Yogja.

Mas Guruh, sopir kami mengatakan bahwa dari sumber internal mengatakan bahwa ada banyak kejanggalan-kejanggalan terkait tragedi penembakan napi di Cebongan itu. Awalnya para napi itu nampknya sengaja dipindahkan ke Lapas, sebagai napi titipan, dengan alasan Polda sedang direnovasi. Alasan yang kurang dapat diterima menurut Beliau. Mas Guruh menambahkan, bahwa kejadian itu syarat dengan tindakan yang disengaja. Terkait dengan omongan mas Guruh tersebut, saya mendapat sumber dari salah satu harian nasional bahwa memang ada kejanggalan dalam kasus LP Cebongan tersebut.

Nah berikut kejanggalan-kejanggalan tersebut, akan saya sampaikan kepada para pembaca

Sebelum penyerangan

Kepala LP Cebongan Sukamto sempat meminta bantuan tanbahan pengamanan kepada Polsek terdekat. Pihak LP diduga memiliki firasat buruk (Denny Indrayana, Wamen Hukum dn HAM)

Empat tahanan diperlakukan bak teroris dengan dikawal ketat pasukan Brimob Polda Yogyakarta saat dipindah ke LP Cebongan. Padahal pembunuhan yang mereka lakukan adalah kasus kriminal, bukan terorisme (Rio Rama Baskara, pengacara para korban).

Saat Penyerangan

Penyerangan dilakukan berselang 14 jam setelah empat tahanan dipindahkan ke LP Cebongan dan operasi penyerangan hanya 15 menit.

Penyerangan terencana matang dengan pembagian tugas yang rapi.

  • Sejumlah orang menjaga lalu lintas di depan LP, 2-5 orang berjaga di luar penjara, 1 orang sebagai “time keeper”, dan satu orang sebagai eksekutor.
  • Upaya penghilangan bukti dengan memakai penutup wajah dan menyingkirkan kamera CCTV.
  • Penyerang memakai persenjataan kengkap, senjata laras panjang, granat, dan “handy talkie” (Komnas HAM)

Nah itulah beberapa kejanggalan yang publik liat terhadap kasus ini. Kita berharap saja semoga kasus ini segera terungkap dan kita liat siapa yang menjadi dalang atas semua ini. (Y)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s